Thursday, 11 April 2013

MAKALAH: ORDO HYMENOPTERA (LEBAH MADU DAN SEMUT RANGRANG) (ENTOMOLOGI)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Serangga merupakan suatu misteri penciptaan yang luar biasa. Serangga mempunyai jumlah terbesar dari seluruh spesies yang ada di bumi ini, mempunyai berbagai macam peranan dan keberadaannya ada dimana-mana, sehingga menjadikan serangga sangat penting di ekosistem dan kehidupan manusia (Suheriyanto, 2008).
            Dari 1,82 juta spesies tumbuhan dan hewan yang telah diidentifikasi, serangga merupakan kelompok yang paling besar, yaitu mencapai 60% dari spesies tersebut atau lebih kurang ada 950.000 spesies serangga. Jumlah seluruh serangga baik yang sudah diidentifikasi secara pasti. Menurut perkiraan pada tahun 1992, jumlah serangga berkisar antara 5 sampai 10 juta spesies (Suheriyanto, 2008).
            Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri atas tawon, lebah, dan semut. Nama ini merujuk karena serangga ini memiliki sayap yang bermembran. Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli. Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi atas alat penyengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorfosis sempurna yakni memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tak atif sebelum dewasa.
            Dari sudut kepentingan manusia, ordo ini barangkali berguna dari seluruh kelas serangga. Ordo ini mengandung banyak sekali jenis yang berharga sebagai parasit-parasit atau pemangsa-pemangsa dari hama-hama serangga, dan ordo itu mengandung penyerbuk-penyerbuk yang paling penting dari tumbuh-tumbuhan yaitu lebah-lebah. Hymenoptera adalah satu kelompok yang sangat menarik dalam hal biologi, karena menunjukkan keragaman yang besar dari kebiasaan-kebiasaan dan kompleksitas kelakuan yang meningkat dalam hal organisasi sosial dari tabuhan, lebah dan semut-semut (Borror, 1996).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Ordo Hymenoptera ?
2. Apa Ciri-ciri, Struktur morfologi dan anatomi dari Ordo Hymenoptera ?
3. Bagaimana peranan dari Ordo Hymenoptera ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari Ordo Hymenoptera
2. Mengetahui Ciri-ciri, Struktur morfologi dan anatomi dari Ordo Hymenoptera.
3. Mengetahui peranan dari Ordo Hymenoptera.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Ordo Hymenoptera
            Berasal dari kata hymen yang berarti selaput dan pteron yang berarti sayap. Identifikasi dari ordo ini adalah mempunyai dua pasang sayap yang menyerupai membran. Sayap belakang lebih kecil dari sayap muka dan terletak di margin anterior yang digunakan pada waktu terbang. Alat mulut mandibulata, ovipositor berkembang dengan baik bermodifikasi sebagai alat pengengat (pada imago betina) (Boror and Delong, 1970).
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Ordo Hymenoptera
            Tipe perkembangan dari serangga ini adalah holometabola, serangga ini ada yang parasit, predator, pemakan tanaman dan juga sebagai pemakan bahan-bahan organik (scavengers). Hymenoptera ini terbagi atas dua sub ordo yaitu Symphyta dan Apocrita. Pada Symphyta abdomen menyatu dengan toraks, sedangkan pada Apocrita dasar abdomen mengecil dan mengalami pergentingan dengan toraks (Arora and Dhaliwal, 1999).
2.3 Struktur Ordo Hymenoptera
2.3.1 Morfologi
            Anggota-anggota yang bersayap dari ordo ini memiliki empat sayap yang tipis. Sayap-sayap belakang lebih kecil daripada sayap-sayap depan dan mempunyai satu deret kait-kait kecil (hamuli) pada tepi anterior, dengan alat itu sayap belakang menempel ke satu lipatan pada tepi anterior sayap depan. Sayap-saya secara relatif  mengandung beberapa rangka sayap, dan pada beberapa bentuk yang kecil tidak terdapat rangka-rangka sayap sama sekali. Bagian-bagian mulut mandibulat, tetapi kebanyakan, terutama lebah-lebah, labium dan maksillae membentuk satu struktur seperti lidah melalui alat itu makanan cairan diambil (Borror, 1996).
            Sungut-sungut hymenoptera beragam bentuknya, jumlah ruas-ruas, dan lokasi pada muka. Pada Apocrita, jumlah ruas-ruas sungut dan dalam berapa hal, bentuk sungut dapat berbeda pada dua jenis kelamin. Pada kebanyakan acleata yang jantan mempunyai 13 ruas sungut dan yang betina memiliki 12. Pada semur-semut, sungut-sungut dengan sangat jelas bersiku pada ratu-ratu dan pekerja daripada yang jantan (Borror, 1996).
2.3.2 Anatomi
            Berbeda dengan golongan serangga lain, serangga yang tergolong ordo Hymenoptera memiliki “thorax” yang terdiri atas empat ruas, yaitu prothorax, mesothorax, metathorax, dan propedeum. Secara homologi propodeum adalah ruas abdomen yang pertama tetapi secara evolusioner fungsinya menyatu dengan thorax. Unit abdomen Hymenoptera yang secara homologi minus abdomen pertama itu dikenal sebagai gester sedangkan thorax dan propodeum dikenal sebagai alitrunk (Susilo, 2007).
            Hymenoptera terdiri atas dua sub-ordo, yaitu Symphyta (tingkat rendah) dan Apocrita (tingkat tinggi). Sub-ordo Symphyta mencakup golongan Hymenoptera herbivora yang dikenal sebagai kerawai daun, sedangkan sub-ordo Apocrita mencakup golongan Hymenoptera karnivora (predator & parasitoid) dan Hymenoptera eusosial. Perbedaan morfologi antara Symphyta dan Apocrita adalah bentuk ruas awal gaster dan tipe larvanya. Ruas awal gaster pada Apocrita berukuran lebih langsing daripada ruas-ruas belakangnya sehingga membentuk tangkai (petiol). Karena bentuk gasternya yang demikian itu, Sub-ordo Apocrita dikenal pula sebagai Sub-ordo Symphyta adalah Sub-ordo Clistogastra (Petiolata) (Susilo, 2007).
2.4 Ciri-ciri Ordo Hymenoptera
            Ukuran tubuh sangat kecil hingga besar. Sayap 2 pasang, seperti selaput, bervena sedikit, untuk yang berukuran sangat kecil hampir tidak mempunyai vena, sayap depan lebih besar dari sayap belakang, mempunyai sederetan kait-kait kecil yang ter letak di margin anterior yang digunakan pada waktu terbang. Antena mempunyai 10 ruas atau lebih. Betina memunyai ovipositor yang berkembang baik, beberapa jenis ovopositornya bermodifikasi menjadi alat sengat untuk pertahanan diri (Mochamad dkk, 2009).
            Ciri-ciri toraks yang dipakai dalam identifikasi Hymenoptera terutama mencakup bentuk pronotum sklerit mesothoraks tertentu dan lekukan-lekukan. Bentuk protonum berguna untuk memisahkan beberapa famili Symphyta, dan bentuknya dari sisi berguna untuk memisahkan kelompok-kelompok superfamili Apocrita.
2.5 Klasifikasi Ordo Hymenoptera
Kerajaan : Animalia
            Filum : Arthropoda
                        Kelas : Insekta
                                    Subkelas : Pterygota
                                                Infrakelas : Neoptera
                                                            Super ordo : Endopterygota
                                                                        Ordo : Hymenoptera
2.6 Peranan Ordo Hymenoptera
            Anggota ordo ini banyak yang menguntungkan manusia karena sebagai parasit dan predator hama serta sebagai polinator. Ordo ini terbagi menjadi 2 sub ordo yang kemudian tiap sub ordo terbagi menjadi beberapa superfamili dan beberapa famili. Kedua sub ordo tersebut adalah Symphyta (Chalastrogastra) dan sub ordo Apecitra (Clistogastra). Sifat- sifat karakteristik yang digunakan dalam identifikasi adalah vena sayap, antena, abdomen, kaki, dan sifat-sifat yang lain (Mochamad dkk, 2009).
2.7 Siklus Hidup
            Metamorfosis sempurna, dan pada kebanyakan ordo, larva seperti lundi atau seperti belatung. Larva kebanyakan lalat-lalat gergaji dan bentu-bentuk yang sekerabat (subordo Symphyta) adalah eruciform dan berbed dari lepidoptera di mana mereka mempunyai lebihdari lima pasang proleg, tidak ada kroset pada proleg-proleg ini, dan biasanya hanya mempunyai sepasang stemmata. Pupae eksarat dan dapat terbentuk dalam satu kokon, di dalam induk-semang (dalam hal jenis parasitik) atau pada sel yang khusus. Kelamin pada kebanyakan Hymenoptera dikontrol oleh pembuahan telur. Telur yang telah dibuahi berkembang menjadi betina-betina dan telur-telur yang tidak dibuahi biasanya berkembang menjadi jantan (Borror, 1996).
2.8 Spesies dari Ordo Hymenoptera
2.8.1 Lebah Madu (Apis Indica)
            Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena hidupnya berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika. Sebagai serangga, lebah mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
            Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:
  1. telur,
  2. larva (bentuk ulat),
  3. pupa (kepompong),
  4. imago (lebah dewasa).
            Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah. Salah satu syarat hidup lebah adalah adanya tanaman. Secara umum lebah bisa hidup di seluruh belahanbumi, kecuali di daerah kutub. Hal ini disebabkan di daerah kutub tidak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Di daerah tropis lebah dapat berkembang biak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah sub tropis lebah tidak produktif pada musim dingin (Suranto,2004).
Berikut ini klasifikasi dari spesies lebah madu.
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Apidae
Bangsa: Apini
Genus: Apis
            Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak zaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Al Qur'an menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (Lebah Madu). Dalam salah satu ayatnya (Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: 
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir”.
2.8.2 Semut rangrang (Oechophylla smaragdina)
            Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Hymenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut super organisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
            Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar. Rayap, terkadang disebut semut putih, tidak memiliki hubungan yang erat dengan semut, walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Semut beludru, walaupun menyerupai semut besar, tapi mereka merupakan tawon betina yang tidak bersayap.
            Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif sangat kecil, semut adalah hewan terkuat kedua didunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Posisi pertama adalah Kumbang Badak dengan kemampuan menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badannya sendiri.
 Klasifikasi ilmiah dari spesies semut rangrang adalah sebagai berikut :
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Sub ordo : Apokrita
Sub Famili: Vespoidea
Famili : Formicidae
Spesies : Oechophylla smaragdina
            Umat muslim diperintahkan untuk tidak membunuh semut, berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah Muhammad bersabda bahwa, "Ada seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan umatnya untuk mendatangi sarang semut kemudian membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya, "Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pengertian dari Ordo Hymenoptera adalah hymen = selaput, berarti hymenoptera merupakan  Serangga bersayap selaput.
2. Ciri-ciri dari Ordo Hymenoptera yaitu : Sayap seperti selaput tipis, Metamorfosis : Holometabola, Bersifat sebagai hama (sebagian kecil), parasit, dan predator, serta penyerbuk. Memiliki Sungut-sungut hymenoptera beragam bentuknya, jumlah ruas-ruas, dan lokasi pada muka.
3. Peranan dari Ordo Hymenoptera yaitu :
Hama : Kerawai daun (leafcutter bees),
Parasit : Larva memarasit berbagai jenis serangga dari ordo Homoptera, Coleoptera, Diptera dan Hymenoptera,
Predator : Memangsa berbagai jenis serangga,
Penyerbuk : Jenis lebah, tetapi imago parasit pun dapat berperan sebagai penyerbuk.


DAFTAR PUSTAKA

Borror j, Donald,1996. Pengenalan Pelajaran Serangga edisi keenam.  Gajah mada university press : Yogyakarta

Hadi, H. Mochamad, dkk. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Graha ilmu. Yogyakarta

Purnomo, Hari, 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. Penerbit : CV Andi offset. Yogyakarta

Suheriyanto, Dwi, 2008. Ekologi Serangga. UIN Malang Press

Susilo F.x, 2007. Pengendalian Hayati dengan memberdayakan musuh alami hama tanaman. Graha ilmu edisi pertama. Yogyakarta

1 comments:

hafizh jayadi said...

Sip//

Post a Comment